Warung Nasi, bukan hanya sekedar tempat untuk makan. Di sebuah warung dapat terjalin silaturahmi yang akrab. Di sebuah warung dapat terjadi obrolan - obrolan yang mungkin tidak terlalu penting tapi bisa jadi awal sebuah hubungan pertemanan, bisnis bahkan sampai urusan politik.
Blog ini terinspirasi dari sebuah warung nasi yang dikelola oleh istri tercinta saya yang memang berasal dari Kebumen. Karena sedang belum dapat pekerjaan, saya menemaninya melayani pelanggan yang datang. Karena memakai nama "Kebumen", tiap pelanggan baru yang datang biasanya akan bertanya "Rika Kebumene ngendhi?" (Rika=Kamu dalam bahasa Banyumasan). Sebuah kalimat pembuka yang cukup manjur untuk membuka pecakapan seru yang lebih luas.
Warung nasi kami tidak begitu besar. Hanya berukuran empat meter persegi. Tapi pembicaraan kami bisa menerawang jauh sampai ke Wetan (Wetan = Timur, istilah para perantau asal Kebumen di Jakarta menyebut kampung halamannya).